Song for You (Chapter 5)

Author: nha_wina
Title : Song for You (Chapter 5)
Cast :
  1. 1.       Kim Jong Woon (Yesung)
  2. 2.       Shayna
  3. 3.       Member SJ
  4. 4.       Park Tae Min
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author https://nhawina.wordpress.com
Selamat menikmati..

Yesung POV
Ryeowook menarik tanganku dan menyeretku ke kamar mandi. Aish.. mataku saja masih setengah terpejam seperti ini. Teganya dongsaeng kesayanganku yang satu ini. Dan bodohnya aku hanya bisa menurutinya. Setengah sadar aku melihat para member lainnya sibuk bersiap-siap. Tak terkecuali si evil magnae, yang biasanya paling lelet.
 
Aku pun menyentakkan tangan Ryeowook dan menatapnya dengan mataku yang sudah sepenuhnya terbuka. “Apakah ada jadwal lain yang aku lupa?” tanyaku dengan serius. Setahuku hanya ada tiga acara hari ini. Dan semua dimulai pukul 10 di acara musik YS, selain itu aku lupa dimana lagi.
 
Ryeowook hanya mendorongku ke dalam kamar mandi. “Bersiaplah. Donghae hyung, Shindong hyung, dan Kyuhyun memohon-mohon pada Leeteuk hyung agar sarapan di Heaven Cake. Karena kemarin kita tidak jadi kesana bukan?”
 
“M-mwo? Heaven…”

 
BRAK!
 
Belum sempat aku menuntaskan ucapakku, Ryeowook sudah menutup pintu kamar mandi. Aish! Rupanya kau sudah tertular evil dari Kyuhyun, Ryeowook-ah!
 
AuthorPOV
Heaven Cake memang sudah buka sejak pukul 6 pagi dan tutup pada pukul 10 malam setiap harinya.Shayna -sang pemilik- biasanya mengontrol toko kuenya setiap hari dari waktu ke waktu hanya terpotong untuk kuliah. Tetapi semenjak kejadian beberapa minggu yang lalu, Shayna hanya memiliki waktu dari sore hingga malam untuk menjaga tokonya.
 
Tapi tidak untuk pagi ini. Tas yang tertinggal di tokonya sampai saat ini belum di antarkan oleh Siwon. Padahal Shayna memerlukan handpohonenya untuk mengecek apakah ada pesanan kue khusus untuk hari ini atau besok dan juga jadwal meetingnya di kantor nanti setelah kuliah. Ia sudah berusaha menelepon Siwon dari kemarin sore hingga hampir tengah malam melalui telepon di apartemennya. Tetapi yang ia dapatkan hanya nada sibuk. Shayna kesal setengah mati pada Siwon.
 
Shayna melangkahkan kaki kecilnya masuk ke toko kue miliknya. Jam sudah menunjukkan angka 7. Pukul 9 ia harus segera berangkat ke kampusnya. Shayna tak menyadari bahwa toko kuenya sangat sepi, tidak seperti biasanya. Yang ia pikirkan adalah tasnya dan bagaimana bisa Siwon oppanya lupa pada janjinya untuk mengantarkan tasnya!
 
GREP..
 
Shayna berdiri mematung. Pelukan ini sangat dikenalnya. Tangan ini.. Tangan yang dulu sering membelai rambutnya, memeluknya. Ya, Park Tae Nim. Shayna mengerjapkan matanya perlahan. Otaknya tidak dapat bekerja. Hatinya luluh mendapatkan pelukan yang beberapa minggu ini dirindukannya. Tetapi benda berkilau di jari manis Tae Nim membuat hatinya kembali teriris.
 
“Lepaskan aku.” Tubuh Shayna bergerak tanpa sadar, mulutnya pun mengucapkan kata itu tanpa ia sadari sepenuhnya. Menjauhkan diri dari namja tampan yang tadi memeluknya dari belakang.
 
Sedikit takut, Shayna berbalik untuk berhadapan dengan Tae Nim. Ya, ia harus terlihat baik-baik saja.
 
Tae Nim menatap Shayna dengan lembut. “Bogosipheonae Shayna. Aku.. Aku merindukanmu.”
 
Shayna tersenyum miris mendengar kata-kata yang biasanya membuatnya senang. “Kau sudah bertunangan Tae Nim-sshi.” Jawab Shayna pelan.
 
Tae Nim sangat tidak suka dengan kata ‘sshi’yang dilontarkan oleh Shayna. Ia hanya ingin Shayna memanggilnya oppa seperti biasanya. Ia sadar ia terlalu serakah, menginginkan Shayna tetapi sudah dimiliki Cho Ji Yeon.
 
Kesal dengan dirinya sendiri, kerinduannya pada Shayna yang belum tersalurkan, dan kata ‘sshi’ dari bibir mungil Shayna yang membuatnya kesal, ia pun menarikShaynadengan kasar kedalam pelukannya. Shayna memberontak ingin melepaskan diri. Tapi apa daya, tubuhnya yang mungil tidak mungkin bisa melawan tubuh besar Tae Nim. Bukan Shayna namanya jika ia menyerah begitu saja. Ia terus meronta ingin dilepaskan.
 
“Lepaskan Tae Nimsshi. Atau aku akan berteriak dan meminta pegawaiku untuk mengusirmu.” Ancam Shayna.
 
Tae Nim semakin mengeratkan pelukannya. “Oppa. Panggil aku seperti biasanya Young Shayna-ya. Aku merindukan kata-kata itu keluar dari mulutmu, eoh?”
 
Shayna merasa sesak dalam pelukan Tae Nim. “YA! LEPAS..”
 
“Lepaskan dia Tae Nim-ah. Shaynaku tidak ingin dipeluk lagi olehmu. Lepaskan dia, atau..”
 
Tae Nim melepaskan pelukannya dengan kasar. Hampir saja Shayna terjatuh jika saja tidak segera ditangkap oleh Siwon. Ya, Siwon datang tepat pada waktunya.
 
Tae Nim menunjukkan wajah tidak sukanya. “Cih! Lagi-lagi kau Choi Siwon! Baiklah hari ini aku lepaskan kau,Shayna sayang. Tapi lihat saja, kau tetap akan menjadi milikku selamanya! Aku akan terus mengawasimu. Aku akan terus datang dalam kehidupanmu, hingga aku dapat memilikimu sepenuhnya! Ingat itu baik-baik! Sampa jumpa Choi Siwon yang terhormat!” teriaknya. Dengan penuh amarah ia membuka pintu toko dan keluar dengan membanting pintu.
 
Gwenchana chagiya?” Siwon menatap khawatir wajah Shayna yang pucat.
 
Eoh.” Shayna memegang erat tangan Siwon.
 
Siwon menarik Shayna kedalam pelukannya. Shayna pun memeluknya dengan erat. “Menangislah chagi.” Bisiknya lembut. Tetapi matanya masih menatap tajam ke arah pintu.
 
‘Memiliki Shayna selamanya? Park Tae Nim? Sampai mati pun aku tidak akan menyerahkan yeodongsaengku pada namja gila sepertimu Park Tae Nim! Lihat saja, aku yang akan membuatmu hancur terlebih dahulu sebelum kau datang lagi pada Shaynaku!’ janji Siwon dalam hati. Ya, hatinya ikut sakit melihat adik kesayangannya menangis tanpa suara seperti ini.
 
Siwon mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru toko. Tidak biasanya toko kue Shayna sepi seperti ini. Hanya ada ia dan Shayna dan.. OMO! Ia baru tersadar ditempat duduk untuk minum kopi tak jauh dari tempat ia berdiri, terdapat member Suju dan Prince Manager yang sepertinya sudah dari tadi menonton mereka.
 
“Kalian..” Belum sempat ia menuntaskan kalimatnya, para member sudah berlari mendekatinya secara perlahan.
 
Kyuhyun hendak mengatakan sesuatu, tetapi ditahannya saat melihat jari telunjuk Siwon yang menempel di bibir, menandakan semuanya agar tidak bersuara. Ya, Siwon hanya ingin Shayna tenang. Ia pun membelai rambut Shayna dan mengeratkan pelukannya. Yesung hanya menatapnya dengan sorotan mata yang tajam dan mungkin sedikit terluka. Siwon sadar akan hal itu, dan ia ingin tertawa melihat hyungnya yang sepertinya ingin menelannya hidup-hidup.
 
Berbagai pemikiran bergumul dalam hati para member. ‘Apa hubungan Shayna dengan Siwon hyung?’, Kyuhyun menatap Siwon dan Shayna sambil sesekali melirik Yesung. Kyuhyun pun merangkul Yesung dalam diam.
 
‘Siapa yeoja yang ada dalam pelukan Siwon?’, pertanyaan yang sama terlontar dalam hati Donghae dan Heechul yang memang belum pernah melihat Shayna.
 
‘Apakah mereka benar-benar berpacaran? Lalu siapa namja gila yang berteriak ingin memiliki Shayna selamanya? Aku tahu Shayna memang cantik, semua pasti ingin memiliki Shayna. Tapi Shayna sepertinya sakit hati pada laki-laki gila itu. Lalu apakah Siwon namjachingu Shayna setelah namja gila itu? Apa hubungan mereka? Lalu…’, Yesung terus berargumen dalam hati kecilnya.
 
Tak lama, Shayna melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan masih berlinangan air mata. “Gomawo Siwon oppa. Saranghae.” Kata Shayna sambil berusaha tersenyum.
 
Yesung merasakan hatinya yang sakit. Rupanya ia benar-benar sudah jatuh cinta pada yeoja  yang baru ia lihat selama hampir 2 minggu, bahkan belum genap dua hari ia berbincang secara langsung dengan gadis cantik itu. Bahkan yang Yesung tahu tentang Shayna hanya sedikit. Tetapi mendengar kata ‘saranghae’yang keluar dari bibir Shayna untuk Siwon adalah hal yang sangat menyakitkan. Tanpa sadar Yesung menggenggam erat tangan Kyuhyun yang berada disebelahnya.
 
Siwon menatap Shayna lurus-lurus. “Ne. Nado chagi. Kau tahu aku akan melakukan semuanya untukmu bukan? Omo. Chagiyasaat kau menangispun kau masih terlihat sangat cantik. Tetapi aku lebih menyukaimu saat melihatmu tersenyum Shayna sayang.” Kata Siwon sambil membantu Shayna mengusap air matanya. Para member hanya dapat melotot mendengar gombalan Siwon.
 
‘Ya Tuhan.. Seperti inikah Siwon dalam menghadapi yeojanya? Manis sekali!’, Leeteuk melihat Siwon dan Shayna dengan iri.
 
Shayna hanya tersenyum kecil mendengarkan gombalan oppakesayangannya. Namun perkataan Siwon tadi mengingatkan Shayna akan tas nya. “Kau menyebalkan! Kau tidak melakukan semuanya! Sampai saat ini kau belum mengambil tasku bukan? Aku kesini pagi-pagi karena aku tahu kau belum mengambil tasku. Apa kau lihat berapa panggilan tak terjawab dariku semalam? Aku menunggumu semalam di apartemen. Aish.. Kau benar-benar menyebalkan oppa!” omel Shayna sambil cemberut. Membuat Siwon ingin mencubitnya.
 
‘MWO? Hubungan mereka sudah sejauh itu?’ Eunhyuk menutup mulutnya, hampir saja kata-kata itu keluar langsung dari mulut seksinya.
 
Siwon tidak nyaman ditatap seperti itu oleh para member yang berdiri di belakang Shayna. “Kemarin setelah latihan aku ada rapat dengan Seo Man sajangnim. Mianhe karena tidak menepati janjiku. Aku sudah mengambil tasnya. Bahkan aku membawanya sampai ruang latihan, membuatku ditertawakan semua member. Tanya saja para member kalau kau tidak percaya.” Jawab Siwon panjang lebar sambil memutar tubuh Shayna dalam rangkulannya untuk menghadap para member.
 
Shayna sangat terkejut melihat keberadaan member Suju di toko kuenya. Lengkap, hanya kurang Hangeng, Kibum, Zhoumi, Henry. “Oppadeul. Ah.. Anyeonghaseyo.” Shayna membungkuk sambil menahan malu. Dan bertanya-tanya sejak kapan mereka ada disini.
 
Kafe kecil Heaven Cake
Heaven Cake menjadi sepi karena Super Junior -kecuali Siwon- sudah mereservasi tempat ini dari pukul 6 hingga pukul 9, sebelum mereka berangkat ke acara musik YS. Sejak Shayna datang pun mereka sudah tahu. Saat itu Ryeowook hendak memanggil Shayna tetapi Tae Nim sudah lebih dulu datang dan memeluk Shayna. 
 
Sekarang mereka semua duduk melingkar di kafe kecil Heaven Cake. Menyesap kopi masing-masing sambil memakan roti-roti yang hangat, fresh from the oven. Yesung tidak menyentuh apapun. Hanya terdiam dan memperhatikan gerak-gerik Shayna.Ia baru sadar, ternyata Shayna adalah pemilik toko ini setelah tadi Shayna meminta pegawainya untuk membuatkan cake untuk para member bawa pulang nanti.
 
Member lain pun dengan sendirinya mengetahui mengapa Yesung sering membeli kue disini, ya, karena Shayna. Donghae dan Heechul berkenalan singkat dengan Shayna dan hingga saat ini mereka belum dapat melepaskan pandangan mereka dari yeoja cantik itu. Siwon hanya tertawa dalam hati melihat para member menatap penuh puja pada Shayna.
 
“Tadi itu..” Kangin memecah keheningan, tetapi ia tidak lanjutkan kalimatnya. Bingung harus berkata apa.
 
“Mantan namjachingu gadis cantik ini hyung.” Jawab Siwon, seperti tahu apa yang ingin dikatakan Kangin.
 
Semua mata memandang Siwon dan Shayna dengan pandangan penuh tanda tanya. Pandangan yang meminta mereka menjelaskan lebih jauh.
 
“Ah.. Begitu. Dia..” ganti Heechul yang menggantungkan kalimatnya. Memancing Siwon dan Shayna untuk bercerita.
 
Lgi-lagi Siwon melanjutkan kalimat salah satu hyungnya. “Dia sudah bertunangan dengan orang lain. Dan ucapannya sebelum ia pergi tadi membuatku khawatir pada Shayna sekarang. Karena namja itu.. namja itu seperti seorang monster dimataku.”
 
Shayna melotot mendengar Park Tae Nim disebut monster. Memang namja itu jahat, tetapi tidak seperti monster bukan? “Oppa! Dia..”
 
“Bela saja terus namja jelek itu! Dia telah menyakitimu Shayna-ya. Atau kau seorang malaikat yang tidak pernah merasa tersakiti sedikitpun?” potong Siwon dengan sewot.
 
“Bukan begitu. Tapi ia tidak..”
 
Ucapan Shayna dipotong lagi oleh Siwon. “Inilah yang aku takutkan. Kau bisa saja tergoda lagi olehnya. Lihat! Baru sekali ini bertemu lagi setelah hampir sebulan, kau sudah terpengaruh lagi olehnya. Aku mau, hari ini juga kau harus pindah dari apartemen lamamu. Aku akan menyediakan tempat untukmu. Ah, dan untuk hari ini kau tidak usah bekerja, tidak perlu masuk kuliah. Kau harus ikut denganku hari ini.”
 
Shayna membesarkan matanya. Menatap tajam Siwon. “Kau terlalu over protectiveoppa.”
 
“Kalian pasangan yang serasi, Siwon-ah. Kenapa kau tidak pernah bilang kalau namjachingu mu itu adalah Siwon, Young Shayna-ya? Aigoo..” cerocos Leeteuk untuk mencairkan suasana.
 
Siwon dan Shayna saling tatap. Shayna yang masih kesal pada Siwon karena masalah tas hanya menggerlingkan matanya lalu menatap jendela disebelahnya. Siwon terkekeh pelan entah karena omongan Leeteuk atau karena sikap kesalShayna yang menurutnya lucu.
 
Siwon mengelus lembut rambut panjang Shayna yang terurai bebas. “Andaikan bisa, mungkin memang Shayna yang akan menjadi yeojachinguku. Tetapi sayangnya ia bukan yeojachingukuhyung. Tidak akan pernah bisa.” Jawab Siwon sambil tertawa pelan.
 
Yesung membelakkan matanya. “Apakah mungkin..” Yesung tidak melanjutkan kalimatnya. Ia takut salah mengira. Ia perhatikan wajah Shayna dan Siwon baik-baik. Bingo! Alis, dagu, hidung, lesung pipinya sama. Kharisma mereka pun sama. Yesung menghela nafas yang sejak tadi tertahan.
 
Siwon tersenyum memamerkan lesung pipinya, mengetahui jalan pikiran Yesung. “Eoh. Bukankah wajahku dan wajah Shayna ada beberapa kemiripan?”
 
“Kalian..?” Heechul mulai berpikir yang tidak-tidak. Apakah Shayna adik tiri Siwon?Pikirnya aneh.
 
Sebelum pembicaran mengarah ke arah yang tidak jelas, Siwon pun menggenggam tangan mungil Shayna. Shayna hanya menunduk, tahu bahwa Yesung terus menatapnya dari tadi. “Kami berdua saudara sepupu. Dia adalah yeodongsaeng kesayanganku. Bahkan melebihi adikku sendiri. Dia adalah yeojayang bisa membuatku panik setengah mati. Dia adalah yeoja yang sangat penting untukku hingga saat ini. Mungkin dia akan ada di posisi kedua setelah aku mendapatkan pasangan hidupku nanti.”
 
Shayna hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. Baru kali ini Siwon mengatakan hal yang sangat manis dan terdengar tidak gombal ditelinga Shayna. Ya, para member pun tahu ketulusan yang terdengar dari setiap kata yang Siwon keluarkan. Dan mereka tidak menyangka bahwa Siwon lebih sayang pada Shayna daripada adik kandungnya sendiri.
 
 “Gomawo.” Bisik Shayna tanpa melihat Siwon. Siwon hanya mengagguk.
 
“Apakah Jiwon tahu hal ini? Apakah ia tidak iri diperlakukan eum.. sedikit tidak adil oleh kakak kandungnya sendiri?” tanya Yesung memecahkan keheningan yang tercipta beberapa saat.
 
Siwon mengangguk. “Tentu saja Jiwon tahu. Tapi dia tidak pernah sedikitpun iri, karena Jiwon mendapatkan perhatian yang sama seperti perhatianku pada Shayna. Tetapi bukan dari aku, melainkan dari Choi Min Ho, kakak kandung Shayna. Kami seperti bertukar adik.” Jawab Siwon dengan enteng.
 
Para member tidak habis pikir dengan kehidupan seperti itu. Kehidupan keluarga Choi yang terkenal.
 
Siwon teringat satu hal, “Ah, aku juga ingin berterimakasih pada semuanya karena kemarin lusa sudah merawat Shaynaku. Terutama padamu, Yesung hyung. Terimakasih karena sudah menyelamatkan Shayna. Maaf kemarin aku lupa berterimakasih.” Siwon membungkuk mengucapkan rasa terima kasihnya yang benar-benar tulus.
 
“Kemarin lusa? Memang ada apa?” tanya Donghae dan Heechul.
 

 

“Nanti aku ceritakan.” Jawab Ryeowook sambil berbisik. Donghae dan Heechul pun mengangguk.
 
TBC
Advertisements

Comments are closed.