Song for You (Chapter 4)

Author: nha_wina
Title : Song for You (Chapter 4)
Cast :
  1. 1.       Kim Jong Woon (Yesung)
  2. 2.       Shayna
  3. 3.       Member SJ
  4. 4.       Park Tae Min
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author https://nhawina.wordpress.com
Selamat menikmati..

Shayna POV
Huft.. Akhirnya aku bisa pulang. Yesung oppamengantarku sampai depan pintu apartemenku. Bibirku tidak berhenti menyungginggkan senyum tulus yang sudah beberapa minggu ini tidak terlihat.Kurasakan jantungku masih berdegup kencang, apalagi saat Yesung oppamengelus kepalaku sesaat sebeum ia pergi tadi. Aku masih bersandar pada pintu apartemenku saat ada yang membunyikan bel ku dengan tidak sabar.
 
“YA! Kemana saja kau dari kemarin chagi? Aku menghubungimu dari kemarin tetapi tidak diangkat. Kau sungguh paling pandai membuatku khawatir, kau tahu?” cerocos seorang namja sesaat setelah aku membukakan pintu untuknya.
 
Aku hanya dapat tersenyum dan menarik tangan besarnya agar ia masuk ke dalam apartemenku. 
Nan gwencana, oppa..” Sepupuku sering membuatku seperti kutu. Ya, aku yang pendek ini terlihat seperti kutu jika berdiri disebelahnya. Haha.. Dengan Yesung oppa saja tinggiku tidak sampai pundaknya. Ups, memikirkan Yesung oppamembuat pipiku memerah seketika.
 
Namjayang tak lain tak bukan adalah sepupuku itu pun duduk sambil menatapku dari atas ke bawah. Memastikan aku baik-baik saja. Sepupuku ini terlihat sangat lelah sekaligus panik. Aku sangat senang dapat membuatnya panik seperti ini. Tandanya ia mengkhawatirkanku bukan? Haha..Tapi jujur, ia sangat over protective terhadapku daripada terhadap adiknya sendiri.
 
Belum sempat aku melangkahkan kakiku ke dapur untuk membuat minuman, dengan mudahnya ia mengangkat tubuh mungilku ke atas meja kitchen set dan mendudukkanku di atas sana.
 
“Lihat kakimu ini tidak baik-baik saja chagi! Katakan padaku kenapa bisa seperti ini?” tanyanya dengan mata berkilat-kilat tanda ia menahan emosi. Tangannya memegang lenganku. “Badanmu juga agak hangat. Kau tidak enak badan, heum? Ayo cerita kenapa kau seperti ini Shayna-ya?”
 
Aku ragu memberitahu tentang teman-temannya yang sudah menolongku. Terutama Yesung oppa. Aku takut ia akan meledekku habis-habisan. Tapi jika aku tidak menceritakannya, sepupuku yang keras kepala ini akan terus mencecarku. Kalau aku berbohong, ia akan tahu. Akhirnya aku memilih menceritakan semuanya padanya.
 
Ia menatapku dengan tatapan tidak percaya. “Bagaimana bisa ada kebetulan seperti itu? Ya Tuhan.. Lalu kenapa kau tidak mengangkat teleponku?” tanyanya masih dengan muka serius tidak percayanya.
 
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, “Tertinggal di tas, di toko kue ku saat aku hendak berjalan-jalan kemarin, sebelum kejadian itu. Mianhe oppa, aku membuatmu khawatir.”
 
Tanpa ku sangka ia malah memelukku erat. Kepalaku berada di pundaknya – ya tentu saja, karena aku duduk di meja sekarang – membuatku sangat nyaman seperti biasa saat ia memelukku.
 
“Kau sudah membuat seorang Choi Siwon melakukan retake dalam syuting kemarin hingga 50 kali, Choi Shayna, sayang. Aku tidak peduli ketika dibentak produser. Aku tidak peduli saat syutingku baru selesai dini hari tadi. Karena aku mengkhawatirkanmu. Dikepalaku sudah terdapat macam-macam kemungkinan buruk, kau tahu? Tapi aku bersyukur kau ditolong saudara-saudaraku saat aku tidak bisa menjagamu.” Bisiknya tanpa jeda dengan lembut di telingaku.
 
Aku mengeratkan pelukanku padanya. Bersyukur karena mempunyai oppa yang sayang setengah mati padaku. Walaupun aku kesal karena ia terlalu over protective padaku. “Gomawoyo oppa. Saranghae Choi Siwon oppa.”
 
Siwon oppa melepaskan pelukannya dan menatapku dengan senyum yang biasanya langsung membuat para wanita di luar sana teriak-teriak kencang. “Nado saranghae nae chagi..” Siwon oppa menatap jam dinding di belakangku. “Bagaimana kalau aku ambilkan tas di toko kuemu? Ah, tapi aku baru akan mengantarkannya padamu nanti sore setelah latihan bersama para member. Otthe?”
 
Aku mengangguk senang. Hari ini aku inginbermalas-malasan di rumah sesukaku. Hal yang aku hindari sejak kejadian menyesakkan 2 minggu lalu. Siwon oppamembantuku turun dari kitchenset dan berpamitan dengan mengacak rambuktu pelan. “Hati-hati. Dan aku mohon jangan pergi kemana-mana. Ok?” katanya sambil membuka pintu.
 
“Ok. Captain Choi!” seruku sambil tertawa.
 
Siwon oppa menahan pintu yang tadinya akan tertutup, “Lihat! Akhirnya aku dapat melihat tawamu lagi! Pengaruh Yesung hyung ternyata sangat banyak terhadap gadis kecilku ini! Hahaha..” Ledeknya dengan tawa kencangnya. Sebelum aku sempat memukulnya, ia sudah berlari meninggalkanku. Benar saja kan, ia pasti akan meledekku!
 
Author POV
Sejak kapan kau memakai tas wanita seperti itu, Siwon-ah? Kkkk…” tawa Eunhyuk meledak melihat Siwon yang datang dengan tergesa ke studio. Tas yang sangat feminim menghiasi pundaknya. Sangat tidak cocok dengan sosok Siwon yang gagah.
 
Semua mata tertuju pada Siwon. Siwon tidak sadar membawa tas Shayna hingga keluar mobil. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat para member yang sudah tertawa terbahak-bahak melihat penampilannya. Siwon menaruh tas Shayna di tumpukkan tas para member lainnya. Lalu bergabung dengan para member untuk memulai latihan setelah saling meledek.
 
Tidak terasa sudah 4,5 jam mereka latihan. Hari sudah siang. Mereka pun memutuskan untuk istirahat. “Ah.. Aku ingin sekali kue dari Heaven Cake yang biasa Yesung hyung bawakan.” Kata Ryeowook dengan manja.
 
Siwon yang mendengar nama Heaven Cake membuka mata dan menajamkan pendengarannya. Ia sudah hampir tertidur saat Ryeowook meminta kue.
 
“Ya, aku juga ingin kue itu. Yesung hyunghampir setiap hari membeli kue disana.” Sahut Shindong dengan tatapan menerawang, seperti melihat cake dihadapannya.
 
Donghae menghampiri Yesung yang hanya tersenyum kecil mendengar dongsaeng-dongsaengnya sambil tiduran beralaskan tas-tas para member. “Ya! Yesung hyung, bagaimana kalau kita kesana? Aku ingin memilih sendiri kue-kue disana. Semua yang kau bawakan sangat enak. Ayolah.. aku juga ingin tahu dimana letak toko kue itu.”
 
Siwon -yang sudah tidak tahan mendengar nama Heaven Cake disebut-sebut- beranjak mendekati Yesung, Donghae, Eunhyuk, Ryeoowok dan Kyuhyun yang duduk dan tiduran berdekatan. “Cake?Heaven Cake?”
 
Eunhyuk menarik Siwon untuk mendekat dan merebahkan kepalanya di atas dada Siwon. “Ne. Kau tahu? Aish.. Dadamu sangat tidak empuk untuk dijadikan bantal. Keras sekali!”
 
Siwon memukul kepala Eunhyuk pelan, member lain tertawa puas mendengar celaan Eunhyuk pada Siwon. Walaupun Eunhyuk bilang dadanya keras, tetap saja lead dancer Super Junior itu tiduran di atas dadanya. “Mungkin. Yesung hyung sering datang kesana?” tanya Siwon yang tiduran di sebelah Yesung.
 
Yesung hanya mengangguk. Ryeowook tertawa pelan. “Tentu saja Yesung hyung sering datang kesana.” Sahut Ryeowook pelan.
 
Yesung hanya menjitak pelan kepala Ryeowook yang berada disebelahnya. Siwon dan member lain saling melirik dengan rasa ingin tahu.
 
“Ahh.. Ternyata bukan hanya karena roti dan kuenya yang super enak itu?” tanya Kyuhyun dengan senyum evilnya.
 
“Makanan sudah dataaaaang!!” teriak Sungmin, Leeteuk, Heechul, Kangin dan Prince Manager. Ya, mereka bertugas membeli makan siang untuk para member lainnya karena kalah suit. Entah keajaiban apa, Eunhyuk menang dari permainan itu, sehingga bisa bersantai. 
 
Yesung bersyukur mereka datang disaat yang tepat. Para member manghampiri box-box makanan. Siwon hanya dapat duduk dan memperhatikan Yesung dengan seksama.
 
‘Apakah Yesung hyung sering datang ke Heaven Cake karena Shayna? Apakah sikap riangnya selama hampir dua minggu ini karena ia bertemu Shayna?Aish.. Aku harus bagaimana?’Siwon termenung sambil melihat tas Shayna yang sempat ditindih kepala Yesung tadi. ‘Untunglah tas kesayangan Shaynatidak rusak karena tertindih kepala besar Yesung hyung’ pikir Siwon sambil menahan tawanya.
 
Yesung menepuk pundak Siwon pelan. “Hei, kau tidak lapar Siwon-ah?”
 
Siwon menarik Yesung agar ikut berdiri dengannya untuk mengambil makanan. “Eoh. Tentu saja aku lapar hyung.”
 
“Setelah latihan sore nanti, akan ada rapat dengan Lee Seo Man sajangnim, semua artis SM harus ikut. Kemungkinan rapatnya akan berlangsung lama.” Kata Prince Manager sambil melahap kimchinya.
 
Semua member Suju saling berpandangan. Rapat besar seperti ini sangat jarang terjadi.
 
“Apakah ada masalah? Bukankah SM Town masih beberapa bulan lagi?” tanya Leeteuk mewakili semua member.
 
Prince Manager hanya mengangkat bahunya. “Entahlah. Tapi sepertinya akan ada keluarga baru untuk SME.”
 
“Lalu? Kenapa harus diadakan rapat dengan kami?” tanya Leeteuk lagi.
 
“Itulah yang aku tidak mengerti. Mungkin Lee Seo Man butuh pendapat kalian semua.” Jawab Prince Manager dengan asal.
 
Yesung POV
“Yesung hyung! Ayo cepat bangun! Kau harus segera bersiap-siap hyung. Kalau kau tidak segera bangun kita akan terlambat!” rengek Ryeowook sambil menarik-narik kaos tidurku.
 
Aku tidak tahan mendengarnya merengek. Akhirnya aku menuruti permintaannya untuk bangun. 
 
Wae? Memangnya kita akan kemana? Bukankah jadwal perform kita di acara musik YS pukul 10? Sekarang masih pukul 6 pagi Ryeowook-ah. Jebal, aku masih mengantuk.” Kataku sedikit merajuk.
 
Ryeowook malah menarik tanganku dan menyeretku ke kamar mandi. Aish.. mataku saja masih setengah terpejam seperti ini. Teganya dongsaeng kesayanganku yang satu ini. Dan bodohnya aku hanya bisa menurutinya. Setengah sadar aku melihat para member lainnya sibuk bersiap-siap. Tak terkecuali si evil magnae, yang biasanya paling lelet.
 
Aku pun menyentakkan tangan Ryeowook dan menatapnya dengan mataku yang sudah sepenuhnya terbuka. “Apakah ada jadwal lain yang aku lupa?” tanyaku dengan serius. Setahuku hanya ada tiga acara hari ini. Dan semua dimulai pukul 10 di acara musik YS, selain itu aku lupa dimana lagi.
 
Ryeowook hanya mendorongku ke dalam kamar mandi. “Bersiaplah. Donghae hyung, Shindong hyung, dan Kyuhyun memohon-mohon pada Leeteuk hyung agar sarapan di Heaven Cake. Karena kemarin kita tidak jadi kesana bukan?”
 
“M-mwo? Heaven…” 
 
TBC
Advertisements

Comments are closed.