Song for You (Chapter 3)

Author: nha_wina
Title : Song for You (Chapter 3)
Cast :
  1. 1.       Kim Jong Woon (Yesung)
  2. 2.       Shayna
  3. 3.       Member SJ
  4. 4.       Park Tae Min
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author https://nhawina.wordpress.com
Selamat menikmati..

Shayna’s POV
“Tidak. Aku baru akan mengantarmu pulang besok pagi. Malam ini kau tidur disini. Aku akan menghubungi keluargamu. Aku tidak mau kau semakin sakit, Shayna-sshi. Jebal.” Kata Yesung dengan sungguh-sungguh dan dengan tatapan mautnya. Mata sipitnya yang tajam menghipnotisku, membuatku terdiam dan menganggukkan kepala tanpa kusadari sepenuhnya.
 
Yesung tersenyum kecil melihat aku mengangguk kecil.”Bagus.Jadi, mana nomer keluarga mu?Biar kuhubungi agar mereka tidak khawatir.”
 
Aku tertegun, ternyata seorang bintang terkenal seperti Yesung Super Junior sangat baik dan bertanggung jawab.Matanya seperti meneliti aku, dan menunggu jawabanku.
 
“Tidak usah.Aku tinggal sendiri.Orangtuaku ada di Indonesia.Dan aku tidak mau merepotkan kakakku dan istrinya.Mianheyo merepotkanmu Yesung-sshi.”Jawabku dengan suara yang masih lemah.Sungguh sangat lemas.
 
Tangan hangat Yesung mengelus rambutku pelan, “Baiklah.Untunglah kau disini, jadi kau tidak perlu sendirian di rumahmu.Sebentar aku ambilkan sesuatu untukmu.”Katanya sambil beranjak dari tempat tidur.
 
Sebelum meninggalkan kamar, ia berbalik dan menatapku dengan tatapan mautnya lagi. “Ah, panggil aku oppa.Tidak perlu berbicara formal denganku, karena aku lebih suka berbicara informal.”
 
Aku pun mengangguk dan melihatnya keluar kamar.Kepalaku masih terasa sakit.Perlahan ku gerakan kakiku, Ya Tuhan, nyeri sekali.Pasti banyak memar dan luka disana.Aku terlalu lemas untuk duduk dan melihat sendiri keadaan kakiku.
 
Aku masih tidak percaya ternyata yang menolongku adalah Yesung oppa dari Super Junior.Seseorang yang aku kagumi sejak Super Junior debut.
 
Dari dulu aku sering diajak untuk berkenalan dengan semua member Super Junior, tetapi aku tidak mau, aku malu.Ya, itu karena kakak sepupuku adalah salah satu member Super Junior.Dia juga tahu, aku adalah salah satu Clouds (fans Yesung).Setiap aku diajak untuk berkenalan dengan semua teman-temannya di Super Junior, aku hanya tertawa.
 
‘Menjadi adikseorang superstar sepertimu saja sudah membuatku bangga.Kalau kau mengenalkan ku pada semua temanmu itu, terutama idolaku. Tuhan.. Sungguh aku tidak tahu lagi harus berkata apa’ kataku pada kakak sepupuku waktu itu.
 
Dia hanya tertawa mendengarku saat itu.Huft, aku sangat merindukannya.Padahal baru saja kami bertemu beberapa minggu lalu, setelah Park Tae Min memberikan undangan pertunangan dan meninggalkanku. Ya, yang langsung aku hubungisaat itu  bukan oppaku, tetapi kakak sepupuku itu
 
Aku tahu ia sangat sibuk dengan promo album terbaru Super Junior. Tetapi entah bagaimana ia menyempatkan untuk menemuiku dan menenangkanku. Aku sangat bersyukur mempunyai kakak sepupu yang perhatian dan kasih sayangnya melebihi oppakandungku. Makadari itu, aku tidak akan menghubunginya untuk kejadian ini. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.
 
Aku memijat kepalaku pelan. Hmm..Sepertinya aku masih demam.Aku memperhatikan sekelilingku.Inikah kamar idolaku?Yang pernah aku lihat di salah satu variety show?Tidak seberantakan yang aku bayangkan.Aku sangat bersyukur tadi reaksiku tidak berlebihan saat melihat idolaku.Rasanya aku ingin berteriak karena terlalu senang. Ya, walaupun 2 minggu ini aku sudah berusaha untuk menikmati hidup dan berusaha menyenangkan hati sendiri, baru hari inilah aku merasakan senang. Mungkin karena bertemu Yesung, orang yang sangat aku kagumi.
 
“Kau tersenyum.Sepertinya kau sudah baikkan.”Tiba-tiba suara Yesung oppamembuyarkan lamunanku.
 
Aku jadi salah tingkah.Ia tersenyumdan menghampiriku.Ditangannya ada nampan besar berisi bubur, air putih dan obat.Dengan hati-hati ditaruhnya nampan itu di hadapanku.Aku memperhatikan setiap gerakkannya.Mata sipitnya mulai menatapku dengan tatapan mautnya yang membuatku gila.Ia duduk disebelahku, tangannya terulur memegang dahiku.Kurasakan wajahku memerah seketika.
 
“Tidak sepanas tadi, walaupun masih demam.”Katanya sambil tersenyum.Kulihat kelegaan dari matanya.
 
“Ayo makan dulu.Ini bubur buatan Ryeowook.Aku jamin ini enak.”Katanya.Aku terkejut. Ternyata aku sudah merepotkan banyak orang!
 
Yesung membantuku untuk duduk.Ya Tuhan, bisa-bisa tubuhku semakin lemas karena jarak kami yang begitu dekat.Kurasakan wajahku sudah sangat panas karena malu dan senang selain disebabkan demam.Aku menunduk, tidak berani menatap wajahnya.Aku sangat tahu Yesungsedang menatapku, memperhatikanku, dari dekat.Karena aku merasakan tatapan tajamnya dan juga desahan nafasnya yang teratur.
 
“Kemana Ryeowook oppa?Aku jadi tidak enak karena sudah merepotkan banyak orang.”Kataku sambil menyuap sesendok bubur. Lezat!!
 
Yesung memperhatikanku dengan lekat. “Ia pergi.Semua member sedang ada urusan masing-masing.Jadi hanya ada aku di dorm ini.”
 
Aku menatapnya, jadi hanya ada aku dan Yesung disini?Aish.. Jangan sampai aku memikirkan yang tidak-tidak!
 
“Ah..Pantas saja sepi.Mianhe oppa, apakah aku membuat kegiatanmu terganggu hari ini?Maafkan aku.”Kataku tulus.
 
Yesung menggeleng cepat.”Ani.Aku memang tidak mempunyai acara khusus hari ini.”Ia menarik nafas sebentar, “Aku bersyukur aku mempunyai waktu luang dan dapat merawat yeodongsaengku.” Ia menatapku dengan senyum manisnya.
 
Tuhan.. Dia menganggapku sebagai adiknya! Aku terpaku menatap matanya, ia menggaruk lehernya yang tidak gatal. Lucu sekali melihatnya salah tingkah.
 
“Aku..Tidak bolehkah?”Tanyanya ragu.
 
Aku tersenyum menatapnya, dan mulai menyuap buburku lagi. Kulihat Yesung oppa masih menunggu jawabanku.
 
“Tentu saja boleh. Gomawo oppa.” Kataku ringan.
 
Suasana di kamar menjadi lebih cair.Setelah selesai makan dan minum obat, Yesung oppamemberikan baju dan jaketnya untuk pakaian gantiku.Ia membantuku jalan ke kamar mandi. Baju dan jaketnya sangat besar unutukku, sehingga aku seperti anak kecil yang tenggelam dalam baju tersebut. Tetapi baju Yesung oppa sangat membuatku nyaman dan hangat.
 
Lalu kami nonton film bersama di ruang TV. Tidak lupa ia membawa selimut dan bantal dari kamarnya untukku. Tidak terasa film yang kami tonton sudah selesai.Aku bersandar di sofa dengan sangat rileks, baru merasakan kantuk yang teramat sangat, mungkin karena obat yang kuminum tadi sudah mulai bereaksi.
 
Kim Jong WoonPOV
Aku tersenyum melihat Shayna yang sudah setengah tidur disebelahku.Dengan baju, jaket, selimut dan bantalmilikku, Shayna terlihat sangat mungil seperti anak kecil.Ia memang seperti adikku. Jujur saat mengatakannya tadi sebenarnya hati kecilku berkata lain. Ah, mungkin aku sudah dibuat gila olehnya.
 
Iseng, aku mengangkat bantalnya pelan, membuat Shayna terjaga dan menatapku bingung. Aku menaruh bantal di pangkuanku dan menepuk bantal.
 
Kajja, tidur disini, badanmu bisa sakit jika tidur sambil duduk seperti itu.”Ujarku.
 
Shayna terlihat ragu.”Baiklah.”Ia pun mencari posisi yang enak. Tubuhnya membelakangiku, namun dengan bantal besar itu, aku masih dapat melihat wajah Shayna yang memerah dari tempat sandaran dudukku.
 
Tanganku dengan otomatisnya membelai rambut indahnya. Kulihat ia meringkuk dan memejamkan matanya. Kurapatkan selimut yang dipakainya. Tiba-tiba ia berbalik dan menatapku dengan mata ngantuknya.
 
Oppa, dapatkah kau menyanyikan satu lagu untukku?”Pinta Shayna.
 
“Tentu saja.Tapi kau harus membayarnya dengan sesuatu nanti.Ottokke?”Candaku tapi dengan wajah yang serius.
 
Mwo??”Mata Shayna yang sudah besar bertambah besar menatapku. Ya Tuhan, dia sangat lucu!
 
Aku mengangguk dan menatapnya berpura-pura serius.
 
Shayna menghela nafas dan cemberut. “Jinjja..Baiklah.Apa yang kau inginkan oppa?”Tantangnya.
 
Aku tertawa melihat wajahnya yang sangat lucu.Ia bingung dan makin cemberut melihat tawaku yang belum berhenti.
 
Aku mencubit hidungnya dengan lembut.”Wajahmu sangat lucu!”Shayna semakin cemberut.
 
Aku menghela nafas dan pura-pura berpikir. Shayna menatapku, menunggu jawaban. “Hmm.. lihat.. karena kau sudah cemberut, bayarannya menjadi dua kali lipat! Nanti akan aku kasih tahu. Jadi ingat-ingat saja kau mempunyai dua hutang padaku.”
 
Sebelum Shayna memprotes aku mengelus rambutnya, “Kajja, tidur. Sekarang sudah malam. Aku tidak mau kau sakit lagi.”
 
Shayna pun mengangguk dan memiringkan badannya, kepalanya menghadap dadaku. Aish.. damai sekali melihatnya seperti ini. Aku pun menyanyikan I Am Behind You untuk menemaninya tidur, hmm.. sebenarnya lagu itu menggambarkan perasaanku padanya. Tidak lama, Shayna tertidur pulas dalam pangkuanku. Begitujuga denganku, tanpa sadar aku pun tertidur.
 
Author’s POV
Shayna menggeliat pelan. Matanya langsung terbuka saat tangannya menyentuh sesuatu. Shayna berusaha duduk walaupun kaki dan kepalanya masih sakit. Ternyata ia sudah berada di tempat tidur Yesung lagi dan tangannya tadi menyentuh kaki Yesung. Shayna sangat terkejut menyadari Yesung tidur di sebelahnya dengan keadaan duduk bersandar pada kepala tempat tidur. Yesung tertidur sangat pulas. Perlahan Shayna turun dari tempat tidur dan mengubah posisi tidur Yesung dengan lembut. Tubuh Yesung sangat berat bagi Shayna, tetapi Shayna berusaha agar Yesung tidur dengan nyaman. Untung saja Yesung tidak terbangun dengan gerakan yang dibuat Shayna. Begitupun dengan Ryeowook yang tidur di tempat tidurnya, disebelah tempat tidur Yesung. Shayna pun keluar kamar dengan sedikit tertatih karena kakinya masih sakit, dan mendapati dorm Super Junior yang masih sepi.
 
Shayna ingin membuatkan sarapan untuk Yesung dan yang lainnya. Shayna melihat isi kulkas dan berinisiatif membuatkan mereka nasi goreng ala Indonesia. Shayna sangat suka masakan Indonesia, apalagi ibu Shayna memang berasal dari Indonesia, sehingga Shayna dapat banyak belajar masakan Indonesia. Shayna teringat setiap Super Junior mengadakan Super Show ataupun konser lainnya di Indonesia, salah satu makanan favorit mereka adalah nasi goreng Indonesia. Lagi pula Shayna juga sudah sering membuatkan kakak sepupunya itu nasi goreng dan dia sangat suka. Shayna jadi menebak-nebak apakah kakak sepupunya itu akan ada di dorm hari ini?
 
Saat Shayna sedang asik memasak, sebuah suara namja menyapa Shayna dengan ceria. “Shayna-ah, kau sudah sembuh?”
 
Shayna terkejut dan langsung tersenyum ternyata Ryeowook yang menyapanya. “Ne. Keadaanku sudah lumayan, Ryeowook-sshi. Bubur buatanmu kemarin sangat membantuku untuk sembuh. Kamsahamnida.” Shayna membungkukkan badannya.
 
Ryeowook menepuk pundak Shayna perlahan, “Sudahlah. Aku sangat senang bisa membantumu. Lihat! Ini kah harum masakan yang membuatku bangun?”
 
Shayna tertawa malu. Ryeowook menatap masakan Shayna yang sudah hampir jadi. “Maaf menggunakan dapurmu tanpa izin, Ryeowook-sshi.”
 
Ryeowook menggeleng dan menatap takjub pada Shayna. “Oppa. Panggil aku oppa. Dan gunakan saja bahasa informal.” Shayna mengangguk.
 
“Aku sangat berterimakasih kau memakai dapur tapi tidak membuatnya berantakan sedikitpun. Bagaimana bisaShayna-ah? Dan mengapa masakanmu sangat harum dan menggoda perutku? Apakah ini nasi goreng Indonesia?” Ryeowook memang sangat bersemangat jika melihat seseorang yang pintarmasak. Ryeowook membantu Shayna menata meja dan piring-piring untuk sarapan para member Super Junior.
 
“Ya, ini nasi goreng Indonesia oppa. Kuharap kalian suka dengan masakanku.” Ujar Shaya.
 
“Tentu saja! Tunggu, aku akan memanggil yang lain untuk sarapan bersama.” Ryeowook beranjak untuk mengetuk pintu kamar para member.
 
“Ryeowook oppa. Bolehkah aku meminjam kamar mandi untuk mencuci muka dan berganti pakaian?” tanya Shayna dengan muka yang merah padam menahan malu.
 
Ryeowook berhenti dan menatap Shayna dari atas ke bawah. “Ya Tuhan. Aku baru sadar kau memakai pakaian Yesung hyung! Kau sangat manis Shayna-ah. Ka, kembali ke kamarku dan Yesung hyung, lalu ambil pakaianmu dan pakailah kamar mandi di ujung sana. Sementara aku membangunkan yang lain.”
 
“Terimakasih.” Shayna membungkuk dan berjalan bersama Ryeowook.
 
Ryeowook menuju kamar Kyuhyun dan Sungmin sedangkan Shayna kembali ke kamar Yesung dan Ryeowook.Shayna membuka pintu perlahan. Berusaha tidak membuat suara berisik saat mengambil pakaiannya di dekat tempat tidur Yesung. Shayna menatap lekat wajah tampan Yesung yang sedang tertidur pulas sebelum keluar dari kamar dan berganti pakaian.
 
Yesung POV
Mwo?? Yesung hyung?”
 
“Dimana?”
 
Aish.. Kau sedang tidak bercanda kan Wookie-ah?”
 
MWO??”
 
Astaga.. teriakan Leteeuk hyung, Eunhyuk dan Kangin sangat mengganggu tidurku. Kenapa mereka berteriak-teriak di depan kamarku seperti ini?
 
Aku pun duduk di tepi tempat tidur dan mengusap wajahku. Wangi vanilla flower di tanganku sedikit membuatku terkejut, teringat akan Shayna. Dengan sedikit tergesa aku keluar kamar dan mendapati Ryeowook, Kyuhyun, Eunhyuk, Sungmin, Kangin, Shindong dan Leeteuk hyung di depan kamarku. Mereka terkejut melihatku dan terdiam, menghentikan ocehan mereka -yang aku sendiri tidak tahu tentang apa- yang daritadi sangat menggangguku.
 
Aku menatap Ryeowook, “Dimana dia? Mana Shayna?”
 
“Dia tidak ada disinihyung.” Kyuhyun. Magnae kami yang menjawab pertanyaanku. Ryeowook hanya mengangkat bahu dan melangkah ke ruang makan.
 
Jawaban yang sangat tidak ingin kudengar. Shayna masih sakit! Pukul 2 dini hari tadi aku terbangun dan mengecek keadannya, ternyata ia demam lagi. Aku pun mengurusnya hingga panasnya baru reda pukul setengah 6 tadi. Dan sekarang ia pulang begitu saja? Bagaimana kalau di jalan ia.. ARGH!
 
Semua dongsaeng dan juga Leeteuk hyung masih menatapku. Tetapi dengan menahan kesal dan khawatir yang tiba-tiba memuncak, aku menatap Kyuhyun tajam.
 
Wae? Kenapa kau membiarkan Shayna pulang?” bisikku menahan kesal.
 
Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengusap tengkuknya. “Aku… Tidak.. Dia..”
 
Entah mengapa aku berteriak, “YA! Kau..”
 
“Shayna-ah! Neomu kyeopta! Aigoo..” teriakan Ryeowook yang melebihi suaraku membuatku terdiam.
 
Shayna?Aku, Leeteuk hyung dan para dongsaengku berlomba ke ruang makan. Lega. Sungguh baru kali ini aku merasakan lega yang sangat luar biasa hanya karena melihat yeoja mungil seperti peri musim semi  itu masih ada di dorm. Bahkan memenangkan penghargaan pun tidak selega ini rasanya.Aku melangkah mendekati Shayna yang masih bercanda dengan Ryeowook tanpa menyadari keberadaan kami. Tanpa sadar tanganku menepuk puncak kepalanya dengan pelan.
 
Senyum manisnya mengembang saat melihatku. Ya Tuhan.. bagaimana bisa kau menciptakan yeoja semanis dan secantik ini?
 
“Ah.. Yesung oppa!! Kau sudah bangun?”
 
“Syukurlah.. Aku pikir.. Tadi…”
 
Mata coklat muda besarnya menatapku dengan lembut. Tetapi kurasakan banyak tatapan tajam yang sedang menghujamku dari depan. Aish! Mereka membuatku kehilangan kata-kata. Kulirik Kyuhyun mengeluarkan senyum evilnya karena telah berhasil membuatku panik tadi.
 
Shayna menatapku dengan bingung karena aku terdiam lama. Aku pun membalik badan Shayna yang membelakangi para member. “Shayna-ah, kenalkan ini Leeteuk hyung ia leader Super Junior.”
 
Awalnya Shayna terkejut dengan keberadaan para member. Shayna tersenyum pada Leeteuk hyung. Sungguh, baru kali ini aku melihat para member terdiam dan menatap wajah seorang yeoja sangat lama. Tentu saja kecuali Ryeowook dan Kyuhyun yang sudah melihat Shayna kemarin. Apakah Shayna semempesona itu dimata setiap namja? Berarti aku tidak salah menyukai yeoja ini bukan? Tunggu.. Menyukai? Ah, kurasa aku memang sudah menyukainnya dari awal bertemu! Aku gila karenanya.
 
Anyeonghaseyo oppadeul. Choneun Shayna immnida.” Suara merdu Shayna membuat para member tersadar.
 
Leeteuk hyung dan para member mengerubuti Shayna dan aku. Ryeowook dan Kyuhyun hanya dapat tertawa melihat kelakuan member lainnya.
 
Aigoo.. Shayna-ah, kamu cantik sekali.” Leeteuk hyung menjabat tangan Shayna dengan tatapan berseri-seri.
 
Ani! Dia manis! Sangat manis!” Sungmin hanya dapat berbisik dan tersenyum dengan wajah aegyo nya.
 
Omoooo.. Yesung-hyung! Kenapa yeoja ini mau bersama mu eoh?” Dengan tidak sopannya Eunhyuk melemparkan pertanyaan itu padaku. Tetapi lihat! Matanya menatap Shayna dari atas ke bawah.
 
Aish..Sebelum ada yang menyentuh Shayna selain di tangan, ku tarik Shayna untuk duduk di meja makan bersama Kyuhyun dan Ryeowook.
 
“Sudah, sudah. Kita mengobrol sambil makan, ne?” kataku dengan tatapan tajam pada mereka. Dengan tatapan itu tentu saja mereka menurut padaku. Haha..
Author POV
Para member menyantap sarapan mereka dengan lahap, sambil bercerita tentang kejadian mengapa Shayna bisa ada di dorm lalu bercanda tawa bersama.Shayna cepat beradaptasi dengan para member sehingga mereka lebih terlihat seperti teman lama yang baru bertemu kembali.
 
“Ryeowook-ah! Bisakah besok pagi kau membuat sarapan seperti ini lagi?” tanya Kangin dengan mulut yang masih penuh dengan makanan. Sudah piring ke tiga sekarang.
 
Ryeowook mengangguk. “Ne! Aku sudah meminta resepnya dari Shayna. Aku akan mencoba membuatnya besok.”
 
Disisi lain Yesung yang sudah selesai makan memeriksa suhu tubuh Shayna dengan menyentuh dahi Shayna. “Sudah lebih baik dari semalam.” Bisik Yesung dengan senyuman mautnya.
 
Shayna menunduk dan mengangguk. Ia malu jika diingatkan kejadian semalam. Ia merasa ia bukan seperti dirinya sendiri semalam. Mungkin karena demam?
 
Wae? Kenapa wajah Shayna memerah? Apakah ia demam lagi?” tanya Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan Shayna dan Yesung.
 
Semua member menatap Shayna, Yesung dan Kyuhyun bergantian. “Ani.” Jawab Yesung dengan singkat.
 
Kyuhyun mulai mengeluarkan senyum evilnya. Ia hanya ingin menganggu Yesung dan Shayna saja. Ia tahu wajah Shayna memerahkarena malu disentuh oleh Yesung. Hanya ia yang memperhatikan gerak-gerik Yesung. Yesung yang sepertinya sangat menjaga dan menyukai Shayna. ‘Lagipula siapa yang tidak akan suka dan ingin menjaga yeoja seperti Shayna? Jika aku duluan yang menemukan Shayna mungkin aku akan bertingkah seperti Yesung hyung sekarang.’ Pikir Kyuhyun sambil tersenyum.
 
Oppa.. Dimana Donghae oppa, Heechul oppa dan Siwon oppa?” tanya Shayna pada Leeteuk yang duduk disebelah Yesung.
 
“Mereka sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing Shayna-ah. Tetapi mereka akan kesini sekitar 1 jam lagi untuk berlatih vokal  dan tarian untuk album baru nanti. Ah.. kecuali Siwon. Dia sedang sibuk syuting drama terbarunya. Mungkin ia akan menyusul nanti.” Jawab Leeteuk dengan senyum hangatnya, menunjukkan special dimple miliknya.
 
Shayna mengangguk mengerti. Shayna dan para member Super Junior pun berbincang-bincang ringan tentu saja dengan kekonyolan para member yang mengundang tawa.
 
Shayna POV
Huft.. Akhirnya aku bisa pulang. Yesung oppamengantarku sampai depan pintu apartemenku. Bibirku tidak berhenti menyungginggkan senyum tulus yang sudah beberapa minggu ini tidak terlihat.Kurasakan jantungku masih berdegup kencang, apalagi saat Yesung oppamengelus kepalaku sesaat sebeum ia pergi tadi. Aku masih bersandar pada pintu apartemenku saat ada yang membunyikan bel ku dengan tidak sabar.
 
“YA! Kemana saja kau dari kemarin chagi? Aku menghubungimu dari kemarin tetapi tidak diangkat. Kau sungguh paling pandai membuatku khawatir, kau tahu?” cerocos seorang namja sesaat setelah aku membukakan pintu untuknya.
 
TBC 

Comments are closed.