Song for You (Chapter 2)

Author: nha_wina
Title : Song for You (Chapter 2)
Cast :
  1. 1.       Kim Jong Woon (Yesung)
  2. 2.       Shayna
  3. 3.       Member SJ
  4. 4.       Park Tae Min
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author https://nhawina.wordpress.com
Selamat menikmati..
Kim Jong Woon’s POV
Aku sangat panik melihat kejadian tadi. Sungguh sakit rasanya melihat Shayna tertabrak dan terluka seperti ini. Dalam pelukanku, aku menyentuh wajahnya yang lembut dan mungil, menatapnya dengan khawatir. Mata bulat coklat dihadapaku menyipit, berusaha menatapkudengan senyumnya manisnya.
 
Ya! Kenapa masih tersenyum saat kau kesakitan seperti ini??? Jeritku dalam hati.
 
Gwenchana? Kuatkan dirimu, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang.” Kataku dengan nada yang sangat khawatir.
 
Matanya terlihat tidak fokus, tetapi seperti berusaha berbicara padaku dengan senyumnya,  lalu ia memejamkan matanya, “Aku tidak mau ke rumah sakit. Aku tidak suka rumah sakit.” Gumamnya. Lalu badannya terhempas lemas menabrak dadaku, aku segera memeluknya agar ia tidak jatuh. Ia tidak sadarkan diri.
Dengan sisa akal sehatku, aku menggendongnya sampai mobilku. Banyak orang yang melihat kejadian tadi. Dan banyak ELF serta CLOUDS yang mengerubungiku saat aku melepas kacamata dan masker. Aku melepas alat penyamaranku karena aku ingin melihat keadaan Shayna lebih jelas. Mereka pasti memotretku. Aku tahu. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan tentangku dan

Shayna. Yang kupikirkan, aku harus membawa Shayna secepatnya ke dorm Super Junior dan memanggil dokter. Shayna tidak mau ke rumah sakit, maka dokterlah yang harus datang. Mengapa dorm Super Junior? Karena aku tidak tahu dimana alamat gadis ini.

 
Kurebahkan tubuhnya di kursi depan penumpang, aku buat posisi kursinya kebelakang agar tubuh Shayna nyaman. Sebelumnya aku mencoba menyadarkannya, “Shayna-a.. Jebal, bangunlah..” kataku sambil memberanikan diri mengelus lembut kepalanya. Mata dan tangannya bergerak, tanda ia sudah sadarkan diri. Perlahan ia menatapku dengan pandangan kosong, aku mengelus pipinya pelan, ia pun memejamkan matanya kembali. Sepertinya ia tertidur kali ini. Sedikit melegakanku, karena ia sudah tidak dalam keadaan pingsan setidaknya.
 
*Dorm Super Junior, lantai 11*
Aku membopong Shayna dari parkiran sampai depan pintu dorm ala bridal style. Shayna masih tertidur pulas. Badannya sangat panas, ia demam. Dengan susah payah aku membuka pintu dorm perlahan. Dorm sangat sepi tidak seperti biasanya. Aku lihat Kyuhyun sedang berkutat dengan PSPnya di ruang tengah. Sedangkan Ryeowook sedang membuat masakan untuk makan malam sambil bersenandung. Aku tidak ingin mengganggu kegiatan mereka maka aku pun segera membawa Shayna masuk ke kamarku.
 
Belum sampai aku di depan pintu kamar, Ryeowook sudah memanggilku dengan ceria. “Hyung! Kau sudah pulang? Apakah kau membawa kue pesananku dari Heaven Cake? Hyung, bisakah kau cicipi makanan ini?” Ryeowook sangat manja padaku, ia berlari-lari kecil menghampiriku.
 
Aku pun membalikkan badan dan Ryeowook pun menatap Shayna yang ada dalam gendonganku. Ryeowook perlahan mendekatiku dengan tatapan yang tidak percaya. “Hyung.. Kau.. Dia.. Nugu?” tanya Ryeowook pelan.
 
Aku tersenyum kecil pada Ryeowook. “Nanti aku ceritakan, ne? Sekarang bisakah kau membukakan pintu kamar kita?” tanyaku.
 
Ryeowook pun membukakan pintu kamar. Aku masuk dan membaringkan Shayna di tempat tidurku. Aku buat Shaynaberbaring senyaman mungkin. Ryeowook mengikutiku ke dalam kamar dan diam memperhatikanku.
 
Hyung.. Kakinya..?” Ryeowook berbisik sambil menunjuk luka-luka di kaki Shayna.
 
Aku mengangguk. “Dia berusaha menyelamatkan anak kecil hingga seperti ini.” Kataku dengan muram. Ryeowook menatapku, meminta penjelasan lebih.
 
Aku menghela nafas dan duduk di sisi tempat tidurku, di samping Shayna. Tanpa sadar tanganku mengelus rambut Shayna dengan lembut. “Aku sudah bercerita tentang Shayna padamu bukan?”
 
Ryeowook mengangguk. Hanya Ryeowook yang aku ceritakan tentang Shayna. Aku tersenyum dan menatap Shayna. “Dialah Shayna, Wookie-ah. Sangat sakit rasanya melihat dia seperti ini. Melihat ia berusaha menyelamatkan anak kecil dan ia yang tertabrak mobil di depan mataku. Itu… Mengerikan..” suaraku sudah serak hanya dengan mengingat kejadian tadi.
 
Ryeowook sangat terkejut mendengar penuturanku. “Sepertinya ia tidak terluka parah, hyung. Tenangkan dirimu, ne?”
 
Aku mengangguk.Ryeowook menghela nafas dan menatap Shayna dengan teliti. “Dia sangat cantik hyung. Lebih cantik dari yang kau deskripsikan. Bagaimana jika kita membersihkan lukanya? Dan aku juga akan membuat bubur untuknya.”
 
Aku mengangguk pelan. “Baiklah. Ah, dia tidak suka rumah sakit, akupun tidak tahu alamat rumahnya, karena ia tidak membawa tas, dompet, maupun handphonenya. Makanya aku bawa dia ke dorm.Maaf aku membaringkannya di kamar kita, Wookie-ah.”
 
Ryeowook menggeleng. “Tidak hyung. Aku senang bisa ikut membantumu dan membantu yeojamanis ini.” Ryeowook keluar kamar mengambil kotak obat. Kudengar ia berteriak pada Kyuhyun untuk membantu dan menjelaskan dengan singkat pada magnae penggila game itu. Aku hanya tersenyum kecil mendengar mereka.
 
Aku membuka wedges yang digunakan Shayna, melihat luka di kakinya, untunglah sudah sedikit kering. Aku menyentuh dahinya, demamnya masih tinggi. Wajahnya terlihat pucat, tetapi tidak mengurangi kecantikannya.
 
Ryeowook dan Kyuhyun membawa kotak obat. Dengan sedikit rusuh kami membersihkan dan mengobati luka-luka di kaki Shayna. Untung saja Shayna tidak terbangun. Tidak lupa aku selalu mengganti kompresan di dahinya agar demamnya turun. Kyuhyun memanggilkan dokter. Ryeowook sudah selesai membuatkan bubur.Mereka pun pamitan padaku untuk pergi karena ada urusan masing-masing.Aku sangat berterima kasih pada dongsaeng-dongsaengku ini.
 
Tidak lama Dokter Kim datang dan memeriksa keadaan Shayna. Ia juga mengobati luka Shayna dengan lebih rapih dibandingkan kami tadi tentu saja.
 
“Tenang saja, Yesung-sshi. Shayna hanya terlalu lelah baik secara fisik maupun batinya sehingga demamnya sangat tinggi. Ia harus banyak-banyak istirahat dan menenangkan diri.”
 
Aku mengangguk dan menerima resep obat untuk Shayna dari Dokter Kim. Setelah Dokter Kim pulang, aku duduk kembali di samping Shayna. Aku duduk bersandar ke kepala tempat tidurku, tetapi aku merasa aneh, seperti sudah terbiasa, tanganku membelai rambut indah Shayna. Aku terkejut saat kurasakan gerakan tangannya menyentuh kakiku. Aku tidak dapat bergerak, jantungku tiba-tiba berdegup sangat kencang. Aku menghela nafas, menenangkan diriku.
 
Aku mengusap peluh di dahinya, “Shayna-ah..” bisikku.
 
“Emm..” gumamnya. Matanya masih terpejam. Tubuhku bergerak lebih mendekat padaShayna dengan sendirinya.
 
Kepala Shayna bergerak pelan menghadap ke arahku. Aku menyentuh pipinya dengan lembut. Mata Shayna perlahan terbuka. Ia menatapku seakan tidak percaya. Aku hanya dapat tersenyum.
 
“Bukankah kau.. Yesung-sshi dari Super Junior?” tanyanya dengan suaranya yang agak serak karena baru bangun.
 
Aku mengangguk. Ia memegang tanganku yang masih menyentuh pipinya. Seperti ingin memastikan ia berada dalam mimpi atau tidak. Ya Tuhan, jantungku sepertinya sudah tidak berada di tempatnya!
 “Kenapa?” ia menatapku dengan heran dan berusaha duduk.
 
Aku mengelus kepalanya dan berbisik, “Jangan banyak bergerak. Kau sedang sakit.” Kataku dengan khawatir.
 
Ia pun menurut dan melepas tanganku dengan lembut, “Kau ingat kejadian tadi di jalan raya?” tanyaku pelan.
 
Matanya menerawang dan tak lama ia mengangguk. “Jadi.. kau yang menolongku tadi?” matanya yang indah menatapku dengan pandangan yang lemah.
 
“Kau sempat pingsan, kakimu luka dan juga kau demam tinggi.”Jelasku.
 
Ia terdiam dan mengangguk.
 
“Aku ingin membawamu ke rumah sakit, tetapi sebelum pingsan kau sempat bergumam bahwa kau tidak suka rumah sakit. Aku juga tidak tahu alamatmu. Jadi mianhe, aku membawamu ke dorm.” Jelasku tanpa ia tanya.
 
Shayna mengangguk lagi dan berusaha tersenyum padaku. “Terima kasih banyak Yesung-sshi. Kau sangat baik sekali.” Ucapnya tulus.
 
Kami pun terdiam. Aku grogi berada di dekatnya saat ia sudah sadar, entah mengapa.
 
“Aku memang sudah demam beberapa hari ini. Mungkin karena aku terlalu lelah. Mianhe jadi merepotkanmu. Ah.. kurasa sudah malam, aku harus pulang.”Shayna berusaha bangun kembali, tetapi tetap aku tahan.Ia menatapku dengan bingung.
 
Aku menggeleng untuk menjawabnyaKutatap matanya tajam.
“Tidak. Aku baru akan mengantarmu pulang besok pagi. Malam ini kau tidur disini. Aku akan menghubungi keluargamu. Aku tidak mau kau semakin sakit, Shayna-sshi.Jebal.” Aku benar-benar tidak mau melihatnya sakit lagi.Aku ingin merawatnya. Ia bingung dan terkejut dengan sikapku yang seperti ini. Sepertinya hal ini tidak pernah diduganya. 
 
TBC

2 thoughts on “Song for You (Chapter 2)

Comments are closed.