Song for You (Chapter 1)

Author: nha_wina
Title : Song for You (Chapter 1)
Cast :
  1. 1.       Kim Jong Woon (Yesung)
  2. 2.       Shayna
  3. 3.       Member SJ
  4. 4.       Park Tae Min
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-15
Length : Chapter
Catatan : FF ini juga dipublish di blog pribadi author https://nhawina.wordpress.com
Selamat menikmati.. J

Author’s POV
Taman Sungai Han, Seoul
Seorang namja terkenal, salah satu member dari boyband terkenal Super Junior sedang berjalan-jalan mengisi waktu senggangnya. Tentu saja dengan penyamaran seperti topi, kacamata berbingkai hitam, dan jaket besar agar tidak diketahui fansnya. Ia duduk di salah satu bangku taman yang menghadap Sungai Han, memandang langit sore musim semi yang cerah. Namja berambut hitam itu menghela nafas pelan, membuang sedikit rasa lelahnya setelah tampil di sebuah acara musik bersama member Super Junior lainnya.
 
Semua member lainnya sudah pulang ke dorm dan mungkin ada pula yang sedang menjalani acara
pribadi mereka di luar. Seperti Kim Jong Woon alias Yesung yang hari ini lebih memilih menikmati sore musim semi di pinggir Sungai Han sendirian. Yesung memakai headphonenya, mendengarkan musik-musik kesukaannya dari salah satu koleksi ipodnya. Namja berhidung mancung yang sangat tampan tersebut ikut berdendang pelan -mengikuti musik yang ia dengarkan- dengan suara merdunya, sambil mengamati keadaan sekitarnya. Tiba-tiba matanya terpaku pada satu objek, satu objek yang sangat indah menurutnya, seorang yeoja mungil.
 
Yesung berjalan mendekatiyeoja yang sedang merentangkan tangannya menghadap Sungai Han. Rambut ikal gantung alami yang panjang dan indah milik yeoja itu bergerak, mengikuti angin dan gerakan kecil yeoja yang berdiri berjarak sekitar 2 meter didekat Yesung. Yesung memperhatikan setiap gerakanyeoja yang mengenakan kaos hitam bergambar abstrak di bagian depan serta rok diatas lutut berwarna biru muda.Yeoja tersebut tiba-tiba menjadi objek favoritnya di taman ini. Menatap semua yang dilakukan yeoja itu memberikan kehangatan tersendiri  di dalam diri Yesung, tanpa Yesung ketahui apa sebabnya. Yesung hanya dapat menikmati apa yang ada di hadapannya sekarang.
 
Kim Jong Woon POV
Gadis mungil yang cantik dihadapanku merentangkan tangannya, matanya terpejammenikmati angin yang berhembus membelai rambut panjang dengan ikal gantungnya yang indah itu.Seperti ingin menemukan kedamaian di sore ini.Aku begitu menikmati pemandangan yeoja mungil tersebut berlatar belakang sunset, gedung-gedung di Seoul, Sungai Han dan bunga-bunga musim semi.Tiba-tiba yeoja tersebut meraih tasnya, seperti mencari sesuatu disana. Ah, ternyata ia mencari handphonenya, karena sekarang ia sedang tersenyum sambil berbicara dengan seseorang di teleponnya yang mungkin membuat ia senang.
 
Ia masih menelepon sambil berjalan ke bangku taman yang aku duduki tadi. Aku pun segera mengikutinya dan ikut duduk di sebelahnya. Agar ia tidak curiga, aku memainkan handphoneku dengan sesekali mencuri pandang ke arahnya yang masih menelepon dan tentu saja mencuri dengar apa yang ia bicarakan di telepon.
 
“Ah, ne. Tenang saja Hye Rin-ah. Tentu saja aku akan datang ke pestamu nanti. Iya, aku akan membantu persiapannya…” Gadis mungil di sebelahku masih berbicara ditelepon dengan cerianya. Kulihat wajahnya dari samping, Ya Tuhan, dia sangat sangat cantik! Aku sulit untuk mendeskripsikannya secara sempurna.Suaranya pun sangat merdu. Ah, ternyata ia diajak ke sebuah pesta oleh seseorang bernama Hye Rin.
 
Sekarang tangan mungilnya memainkan rambutnya, dari raut wajahnya sepertinya ia mulai tidak nyaman dengan pembicaraan di handphonenya, “Kue? Ah, kau bisa saja.. Aku akan memberi harga khusus untuk acaramu. Ne. Mwo? Namja-chingu?Aniyo.Iya, tenang saja, aku tidak apa-apa datang sendiri ke acaramu.Ne..Ne..Ya, sampai jumpa nanti.” Ia pun mematikan dan memasukkan handphonenya ke dalam tas.
 
Baiklah, ada beberapa kesimpulan yang dapat aku ambil dari mencuri dengar pembicaraannya di handphone. Sepertinya ia pandai membuat kue, dan mungkin berjualan karena ia akan memberi harga khusus untuk pesanan kue temannya itu. Dan satu hal lagi yang membuatku lega -entah mengapa-, dia seorang yeoja yang sepertinya belum mempunyai namjachingu! Hahahahaha…
 
Yeoja cantik disebelahku diam dan memejamkan matanya lagi, menghirup udara dan menghembuskannya perlahan, seperti sedang menahan emosi. Lalu tersenyum kecil, senyum yang sangat manis. Setelah itu ia beranjak dari kursi taman, menuju parkiran dekat taman sambil bersenandung. Tunggu! Lagu yang ia senandungkan adalah lagu It Has To Be You milikku! Ya, walaupun suara lembutnya sangat kecil, aku tahu itu laguku. Suaranya sangat merdu dan lembut, enak didengar dan jenis suaranya jarang dimiliki wanita Korea kebanyakan. Tanpa sadar aku mengikuti yeoja cantik itu.
 
Yeouido, Seoul.
Aku memarkirkan mobilku di belakang mobil yeoja yang sudah ku ikuti sejak tadi. Aku mengikutinya berjalan lagi menuju pertokoan di daerah Yeouido. Tentu saja menjaga jarak agar ia tidak curiga. Yeoja cantik itu masuk ke sebuah toko kue bernama “Heaven Cake”. Saat masuk ke toko kue itu, aku merasa benar-benar ada di dunia lain. Dekorasi toko kue ini sangatlah unik dan cantik, walaupun konsepnya sudah umum, yaitu konsep victorian, tetapi dengan tatanan yang sangat indah. Pantas saja banyak pembeli dalam toko ini. Ah, aku lupa mencari yeoja cantik itu! Mataku mulai mencari yeoja musim semiku.
 
Tunggu, aku melihat ia sedang melayani pembeli di belakang meja kasir. Aku pun segera memilih beberapa kue. Saat membayar, aku mendengar suara lembutnya menyebutkan jumlah total belanjaanku dan mengucapkan terima kasih sambil tersenyum menatapku. Matanya besar, berwarna coklat muda, sungguh sangat indah!
 
Aku memilih tempat duduk di pojok toko. Ya, “Heaven Cake” ternyata bukan hanya toko kue, tapi terdapat cafe kecil di dalamnya. Sehingga pelanggan dapat menikmati kue dan kopi atau teh, langsung di tempat indah ini. Tiba-tiba handphoneku berbunyi, ternyata aku mendapat pesan dari Leeteuk hyung agar cepat pulang ke dorm, karena ada beberapa hal yang harus dibicarakan bersama. Baiklah, kurasa mengetahui tempat bekerja yeoja cantik itu sudah seperti keajaiban untuk seorang namja pasif sepertiku. Aku pasti akan sering datang ke toko ini!
 
Shayna’s POV
Akhirnya aku sampai juga di apartemen mungilku.Hari ini cukup menyenangkan walaupun sekarang badanku sudah mulai demam, mungkin protes karena kelelahan. Ya, tadi pagi aku kuliah sampai siang, lalu siangnya aku harus mengurus beberapa dokumen di perusahaan Appadan Oppaku hingga sore, untunglah setelah dari kantor, aku dapat menyempatkan diri ke taman di dekat Sungai Han untuk menenangkan pikiranku sebelum akhirnya aku menjaga toko kue milikku hingga malam.
 
Setiap hari aku berkutat dengan kegiatan-kegiatan ini sejak dua minggu lalu.Jika tidak ada jadwal kuliah, aku isi dengan pekerjaan sampinganku sebagai guru piano di salah satu sekolah musik terkenal.Ya, sangat melelahkan bukan?Aku jadi teringat saat tadi sore di telepon Hye Rin, ia menanyakan Park Tae Nim, seorang namja yang hampir menghancurkan hidupku, seorang namja yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupku.
 
Aku bekerja keras seperti ini semata-mata hanya untuk melindungi diriku agar tidak terlalu larut di dalam kenanganku bersama Tae Nim. Maka dari itu, kebetulan kuliahku sudah menginjak tingkat akhir, aku menerima tawaran untuk ikut bekerja di perusahaan appa dan oppaku -yang tadinya aku tolak habis-habisan untuk ikut bergabung- di perusahaan keluarga.
 
Perusahaan utama berada di Korea dan di urus oleh oppaku, sedangkan anak dari perusahaan yang terletak di Indonesia malah dipegang appaku. Appa ingin tinggal di tempat asal eommaku, sehingga mereka tinggal di Indonesia sejak aku duduk di bangku SMA.
 
Sejak itulah aku tinggal sendiri di apartemenku, karena tidak lama setelah eomma dan appa ku pindah ke Indnesia, oppaku menikah. Dan sejak itu juga aku mengenal seniorku yang berbeda 2 tahun denganku di sekolah, Park Tae Min. Aku menjalin hubungan dengannya sejak SMA hingga akhirnya 2 minggu kemarin tiba-tiba ia memberiku sebuah undangan pertunangannya dengan yeoja bernama Cho Ji Yeon yang merupakan temanku di bangku kuliah. Katanya ia sudah dijodohkan dengan Cho Ji Yeon oleh orang tuanya. Alasan yang tidak masuk akal menurutku! Aku merasa seperti orang bodoh sudah menyia-nyiakan waktuku untuk setia padanamja gila sepertinya selama 7 tahun.
 
Aish..Mataku mulai berkunang-kunang.Aku pun segera membersihkan badan dan berganti pakaian. Aku ingin tidur secepatnya!
 
Author’s POV
Hari ini tepat 10 hari sejak Yesung melihat Shayna di taman Sungai Han. Sejak saat itu hampir setiap hari Yesung menyempatkan diri ke “Heaven Cake” walaupun hanya sebentar.Tetapi dari situlah Yesung mengetahui nama Shayna, dari tag nama di celemek yang dipakai Shayna saat bekerja sebagai kasir. Lagipula ia ketagihan juga dengan kue di toko itu, begitu pula dengan para member Super Junior lainnya, karena Yesung sering membawa kue dari “Heaven Cake” ke dorm untuk semua member. Untungnya selama ini Shaynatidak mengetahui siapa dia sebenarnya.
 
Hari ini Yesung mempunyai waktu luang yang cukup lama. iapun berjalan santai -dalam penyamarannya tentu saja- menuju toko kue milik Shayna. Tetapi mata sipit Yesung tiba-tiba terfokus pada anak perempuan berumur sekitar 3 tahun yang sedang mengejar mainannya yang terjatuh ke jalan raya. Entah kemana orang tuanya, tetapi anak kecil yang belum tahu cara menyebrang itu sekarang sudah hampir tertabrak mobil yang melaju sangat kencang. Yesung berlari untuk melindungi anak kecil itu, tetapi belum sampai tempat tujuan, Yesung sudah mendengar suara rem mobil mendadak dan klakson yang kencang. Yesung terdiam, berdiri di pinggir jalan dan menutup mulutnya saat melihat Shaynasedang memeluk anak kecil yang hampir tertabrak tadi.
 
Anak kecil tersebut aman dalam pelukan Shayna, tetapi Shayna lah yang tertabrak mobil walaupun tidak terlalu kencang. Pemilik mobil itu keluar, Shaynasusah payah mencoba berdiri. Yesung yang seperti sudah tersadar dari kekagetannya pun berlari menghampiri Shayna. Digendongnya anak kecil dalam pelukkan Shayna dan dipapahnya Shayna untuk berdiri. Yesung merasakan panas tubuh Shayna yang sepertinya tidak normal.
 
Kedua kaki Shayna terluka, darah segarterlihat karena Shayna memakai dress simpel bewarna peach sebatas lutut. Yesung sangat panik saat ini, tetapi ia masih berusaha berpikir jernih, sehingga ingat untuk meminta maaf pada pemilik mobil, karena biar bagaimanapun kesalahan ada di penyebrang jalan walaupun Shayna berniat menyelamatkan anak kecil itu. Pemilik mobil itu orang yang baik hati, ia pun memaafkan dan meminta maaf juga lalu pergi.
 
Di pinggir jalan, orang tua dari anak kecil dalam gendongan Yesung meraih anaknya, ia sudah menangis ketakutan. Tidak lupa ia berterima kasih pada Shayna dan Yesung. Yesung mengangguk lalu menatap Shayna.
 
Shayna’s POV
Seorang namja memapahku sampai pinggir jalan. Anak kecil lucu yang aku selamatkan pun ia gendong. Tangan kokohnya merangkul pinggangku. Mataku berkunang-kunang, kondisi fisikku memang sedang melemah beberapa hari ini. Sudah 3 hari ini aku demam, tetapi aku hiraukan sakitku. Sepertinya bertambah parah sekarang.Aku tidak bisa menatap wajah namja itu dengan jelas, lagi pula matanya tertutup kacamata kitam, dan mulutnya ditutupi masker hitam, dikepalanya pun terdapat topi.
 
Setelah orang tua dari anak kecil tadi mengucapkan terimakasih, namja yang memapahku membuka kacamata hitamnya dan maskernya dengan sebelah tangan, karena tangannya yang satu masih merangkul pinggangku dengan erat. Aku pun mengencangkan peganganku pada pinggangnya, karena tiba-tiba semua terasa berputar. Ia menatapku tajam dengan mata sipitnya. Wajahnya terlihat sangat khawatir. Tunggu, sepertinya aku mengetahui siapa dia! Aku mencoba mengingat, tetapi otakku tidak mampu berpikir keras. Kepalaku menjadi sakit karenanya. Ia seorang artis, aku tahu! Tetapi siapa.. Pandanganku semakin pudar, aku hanya dapat menunduk.
 
Tangannya yang bebas sekarang menyentuh wajahku, aku pun berusaha menatapnya. “Gwenchana? Kuatkan dirimu, aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang.” Katanya dengan nada yang sangat khawatir. Suaranya sangat berat, aku suka jenis suara ini.
 
Ah, semuanya terasa berputar, makin kencang sekarang, aku pun tidak bisa melihat dengan jelas wajah penyelamatku itu. Tetapi dengan sekuat tenaga aku tersenyum dan berkata, “Aku tidak mau ke rumah sakit. Aku tidak suka rumah sakit.” Lalu semuanya menghitam.
 
TBC

Comments are closed.