Girls…

“One of the most beautiful qualities of true friendship is to understand and to be understood.” 
by Lucius Annaeus Seneca 

Adakah yang lebih penting selain dari keluarga di dunia?
Menurut saya ada.
Teman. Sahabat.
Bedanya teman dan sahabat?
Saya mempunyai banyak sekali teman. Baik perempuan maupun laki-laki. Mungkin lebih banyak laki-laki. Mengingat sejak TK saya mainnya power rangers terus di perosotan sama teman-teman yang lelaki.
Teman itu seseorang yang bisa kita ajak main. Have fun. Tanpa peduli kesusahan masing-masing. Just have fun. And.. 끝 (selesai).
Sahabat? Seperti quote yang saya tulis di atas. Seseorang atau beberapa orang yang bisa mengeti kita dan kita bisa mengerti mereka. Dalam keadaan apapun. Susah maupun senang. Tetapi tetap saling mengingatkan ketika kita berbuat salah.
Beruntung saya mempunyai 10 orang sahabat. 2 orang sahabat sejak SMA, 6 orang lainnya sahabat sejak tingkat 2 kuliah di ESL, IPB dan 2 orang lainnya sahabat saya di CNU, Daejon. Mereka sahabat
tebaik yang pernah saya punya. Ingin tahu siapa dan sepeti apa sahabat-sahabat hebat saya? Perkenalkan..1. Sahabat saya sejak SMA: Baldah Almawa dan Wulan Sari Nur Azkiyah 
Saya, Baldah dan Ulan (Wulan) selalu bertiga kemana-mana. Bahkan ke kamar mandi sekalipun. >.< Diantara kami bertiga, Baldah lah yang menurut saya paling dewasa. Mungkin karena tahun ahir kami yang berbeda menyebabkan pola pikir yang berbeda pula (?). Baldah lahir di tahun 1990, saya 1991 dan Ulan 1992. Saling bertukar cerita bahkan hal sensitif sekalipun, bertukar pikiran dan debat membuat kami semakin dekat. “Dha Lan Nha” nama kecil yang selalu kami gunakan satu sama lain.. Atau malah terkadang saya dan Baldah menggunakan kata “yang” atau “sayang” ketika saling panggil.
Selepas SMA kami kuliah di tempat yang bebeda. Tetapi itu tidak menjadi penghalang. Walaupun semakin jarang berkomumikasi dan sempat hilang kontak, setiap liburan kuliah kami selalu usahakan untuk berkumpul dan menceritakan semua yang terjadi selama kita tidak bertemu. Sekarang, Baldah yang memang selalu terbuka pikirannya, semakin dewasa. Ulan jauh lebih dewasa dan sudah tidak terlalu “polos” lagi. Hahaha…
Senang rasanya bisa merasakan perubahan pola pikir kita bertiga dari SMA hingga sekarang. Bisa mengalami ke”gila”an masa-masa SMA bersama dua perempuan cantik ini dan tentunya bersama kelas kita tercinta, IPA 1. ^^
2. Sahabat saya sejak masuk departemen ESL, IPB: Affitri Wulansuci, Chintia Kartika Novianty, Lia Nur Alia Rahmah, Aulia Isnaini Putri, Dita Maulida, Nur Afniati Duri
Pipit (Affitri), Tia (Chintia), Lia, Aul (Aulia), Dita dan Nur.
Sebenarnya saya sudah dekat dengan Pipit sejak tingkat satu atau masa-masa TPB (Tingkat Persiapan Bersama) IPB. Mahasiswa tingkat 1 IPB tidak langung masuk ke departemen fakultas, melainkan harus menjalani TPB dulu, sekelas dengan semua anak-anak dari berbagai departemen, fakultas. Tahun kedua barulah kami dapat masuk ke departemen masing-masing. Departemen ESL (Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan) adalah tempat saya dan Pipit bertemu dengan gadis-gadis cantik lainnya. Saya dan Pipit selalu berdua, saat itu kami mau berangkat les “metode statistika” (kuliah di IPB bukan berarti kalian bisa lepas dari bimbel lho! Hahaha..), ternyata Lia dan Tia ikut les di tempat yang sama dengan kita. Lia dan Tia sudah dekat dari awal sepeti saya dan Pipit. Lalu ada lagi Dita yang selalu kesana-kesini sendiri, perempuan yang memiliki tubuh paling tinggi diantara kami ber tujuh pun bergabung dengn saya, Pipit, Tia dan Lia. Les bareng, duduk berdekatan saat kuliah, makan siang bareng menjadi rutinitas kami saat itu.
Suatu kali ada mata kuliah yang di batalkan dan akhirnya kami memutuskan untuk kuliner ke kota (maklum, IPB lumayan jauh dari “kota” nya Bogor. Kkk..). Kami betemu dengan Aul yang seperti “hilang arah” di pintu Berlin (pintu kecil yang menghubungkan kampus dengan Bara). Kami pun mengajak Aul. Sehari-hari Aul selalu jalan bareng dengan Nur, tetapi saat itu Nur tidak tampak, entah kemana saya lupa :p . Akhirnya Aul ikut kuliner bersama kami. Sejak saat itu juga Aul dekat dengan kami dan tentunya Nur juga. Mengingat kami yang selalu -lalala- terutama Pipit, akhirnya entah dari mana, grup kita di BBM kita beri nama “G” sebenarnya ada kepanjangannya tapi daripada saya tertawa sambil menulis, ga asyik nantinya. Hahaha..
Pipit adalah yang paling tua diantara kami. Terkadang bisa dewasa. Tapi lebih banyak manja dan terlalu ‘polos’nya sehingga sering kami bully, karena lucu banget (maaf ya Pipitooong 😀 ). Pintar, selalu bisa diandalkan, dan bertanggung jawab. Perhatian banget sama saya dan yang lain. Tingkat kepanikan diantara G, hmm.. panik tingkat 1. Haha.. Tapi, Pipit selalu ngingetin saya kalau saya berbuat salah. Anak bungsu di keluarganya yang sekarang sudah mulai dewasa ya Pit.^^
Teman satu rumah saya saat KKP, tidur bareng sampai-sampai saya jadi gulingnya, Tia. Satu-satunya anak sulung di keluarga selain saya. Jadi bisa lebih mudah mengenal jalan pikiran satu sama lain. Pipit, Lia, Dita anak bungsu, sedangkan Aul dan Nur anak kedua di keluarga masing-masing. Urutan lahir di keluarga bisa pengaruh ternyata ke pola pikir.. Hehehe..
Kembali lagi ke Tia. Tia orang yang sabar banget (mungkin kedua setelah saya :p kkk..). Tingkat kepanikan ada di nomer 3 dan paling gampang nangis setelah Dita. Rapih, nurut banget sama orang tua dan terkadang suka terlalu rendah diri 😦 (ga boleh gitu lagi ya Ti..). Setia banget dengerin saya curhat dari A-Z. Hihi..
Ini dia yang punya tingkat kepanikan nomor 4, Lia. Cantik, pang pinterna (sama kayak Aul). Paling dewasa diantara gerombolan “bungsu” nya G. Hihi.. Wawasannya yang luas bikin kita bisa dengan mudah bertukar pikiran sama Lia. Kadang lupaan seperti saya, tapi selalu bersemangat dalam mengejar ilmu.^^
“Majalengka digoyang..” kadang kita suka ngeledekin Aul dengan kata-kata itu. Hehe.. Aul adalah orang yang paling rajin diantara kita. Usahanya untuk mencapai seseuatu patut diacungi jempol^^ Salut banget buat Aul. Pecinta drama korea banget. Tingkat kepolosan kadang suka sebelas dua belas sama Pipit. Tingkat kepanikan ada di nomer 5. Walaupun kadang naik tingkat paniknya jadi bareng sama Lia atau Tia. Hahha.. Saya paling suka diajarin oleh Aul. Aul sangat pintar menjelaskan sesuatu, dan pelan-pelan sampai orang yang agak lemot seperti saya mudah mengerti. Aul paling suka kasih kita semua semangat.. Makasih ya Auls^^
Nah, yang paing tinggi diantara kita itu Dita. Dita juga yang paling gampang nangis diatara kita dan punya tingkat kepanikan nomer 2 setelah Pipit. Paling cepet ngomongnya kalo lagi cerita. Dita orang yang terbuka sama kita dan jiwa sosialnya tinggi banget. Riweuh, tapi asik karena bikin rame G.^^
Nur punya sifat paliiiiiing santai diantara kita. Entah gimana caranya dia bisa sesantai itu. Santai, tapi keren hasil dari usahayna.. Usaha keras tapi santai.. >.< (Ajarin aku Nuyong!.. Kkk..) Punya pemikiran yang kadang out of the box. Paling enjoy dan gampang bergaul dengan siapa aja. Tingkat kepanikan berada di tingkat no. 7, satu tingkat di atas saya. Lumayan gampang nangis.. (Paling ga bisa nangis atau susah nangis itu saya sendiri soalnya.. Kkk..). Kerennya lagi, gadis tinggi ini walaupun ga belajar, bisa banget mendapatkan nilai yang bagus-bagus. Salut!^^
3. Sahabat saya di CNU, Daejon: Kania Dewi Nastiti dan Fresi Djan
Kane (Kania) dan Fresi. Bersyukur banget bertemu dengan dua orang ini. Dua orang yang sama2 pintar, cantik, gila, galau, suka jalan dan makan. Kane yang bergolongan AB, Frsi yang bergolongan O (?), dan saya yang bergolongan darah B membuat persahabatan kami menjadi lebih ramai dengan perbedaan sifat. Mereka lahir di tahun yang sama, 1993. Tetapi tingkat kedewasaan mereka terkadang membuat saya kagum. Dari hal-hal umum sampai hal-hal yang sensitif bisa kami diskusikan panjang lebar bahkan hingga lewat tengah malam. Makasih Kane, Fresi, sudah membuat hari-hari saya di sini jauh lebih berwarna dan tidak merasa kesepian^^

Merekalah sahabat saya. Mereka yang tahu sifat saya, yang selalu saya kasih penjelasan dibalik setiap keputusan yang saya buat, yang tahu cerita cinta dan keluarga saya, yang bisa menerima saya apa adanya dan mau mengerti pola pikir saya yang terkadang aneh dan diluar perkiraan..
Terimakasih sahabat-sahabatku.. Tanpa kalian, saya tidak mungkin bisa berada di satu titik ini. Love you always, girls^^
Advertisements

2 thoughts on “Girls…

Comments are closed.